Total Tayangan Halaman

Rabu, 18 Juli 2012

Zak, seseorang yang selalu ada di balik 'topeng' ku.

dia sederhana, namun penuh magis. dia menggelitik setiap relung dan sudut-sudut hatiku.
dia baik, namun penuh tanda tanya. mengajarkan aku apa saja yang ingin ku ketahui.
dia hangat, namun terlalu susah untuk ku dekap. 
sebuah perkenalan dalam dunia yang tak nyata, yang mulanya hanya ku anggap sebuah keisengan belaka.
namun semakin hari, semakin luruh dalam kenyataan.
setiap hari, jam, menit bahkan detik dia selalu ada dalam pendangan mata.
meski aku hanya mampu menatap sosoknya melalui sebuah celah lensa mata. hanya meliriknya melewati sudut nyata kotak dialog dalam handphoneku.
hanya melalui dp bbm aku mengenal dia secara maya namun nyata.
melalui sederet huruf yang membentuk kata "HAI".
mulanya aku merasa ini hany sementara, hanya pada saat itu saja.
sekian detik, menit dan jam berlalu, berganti hari.
dia selalu ada, di setiap bangun bahkan sebelum aku terlelap.
dia menceritakan apa saja yang membuat ku merasa berarti.

dia, ternyata tak sebaik sikapnya.
dia, mempunyai segudang masa lalu yang cukup mengukir airmata dipelupuk mata.
dia, mantan seorang DJ, yang hijrah dari satu club malam ke club yang lainnya.
tidak ada yang salah jika dia hanya seorang DJ, image Dj juga tidak seburuk yang aku pikirkan.
tetapi di balik penampilan rapinya, dia mengubur masa lalu yang mungkin sangat tidak ingin dia ingat.
pantaskah aku mengatakan dia seorang peminum alkohol ?? seperti yang selalu diceritakannya padaku ?
atau segudang hal buruk yang telah menjadi bagian dari kenangan terburuknya ?

bukan itu yang membuatku merasa tertarik.
tetapi kesungguhan dan keinginan kuat darinya lah yang selalu mengajarkan ku untuk lebih tegar menapaki jalan didepan ku.
hanya melalui tulisan-tulisannya di bbm, aku merasa dia begitu dekat.
dia nyata meskipun aku tau untuk menjangkaunya terlalu sulit.

dan haruskah hubungan ini ku sebut "NYATA" ?
yang hanya terjalin dalam rentetan kata tanpa suara, tanpa pertemuan kedua mata ?
ku rasa aku telah terperangkap dalam rasa kagum.
aku punya dia, yang selalu mengingatkanku tentang kehidupan meskipun tak jarang aku membuatnya kecewa.
dia selalu bilang, tak ada yang salah dari hubungan kita, sekalipun kita harus terpisah dan dan selalu ada dalam pandangan, asalkan hati, cinta dan sayang itu selalu jadi milik kita, semuanya akan baik-baik saja.
itu yang selalu ku ingat, lekat bahkan hingga berkarat.

dan kurasa kini semua berbeda, dimana dia yang selalu mnyapa pagi dan malam ku ?
dimana dia yang mengajarkan aku tentang indahnya dunia dalam jarak ?
dimana dia yang selalu ingin tau keberadaanku ?
dimana dia yang selalu menghadirkan sejuta harapan yang akan dia wujudkan bersamaku nanti, iya nanti, disaat Allah menyatukan kami.

yang tersisa hanyalah, seikat bayangan tanpa jejak.
yang ada hanya sebuah kenangan tanpa bekas.
yang muncul hanyalah sebuah tanda tanya akankah semua harapan masih punya kekuatan untuk diwujudkan ?

dan disinilah aku, merasakan perubahanmu yang begitu sulit untuk ku cerna, 
mengikuti jejakmu yang pudar dimakan waktu.
aku hanya lah aku, yang tak selalu ingin menjadi bebanmu.
bukankah aku telah lama dan bahkan berulang kali mengatakan bahwa hubungan ini sangat tidak mungkin untuk kita, tapi yang kutemui hanya keyakinanmu bahwa kita akan bersatu dalam indahnya pelangi di senja itu.

berhari-hari aku meminta, berharap kamu kembali menjadi kamu yang dulu, yang menghadirkan warna-warna seindah pelangi meskipun kamu tau bahwa hujan sedang mengguyur hidupku.
harus berapa aku mengatakan, kamu BERBEDA, kamu bukan zak yang dulu. yang aku kagumi, bahkan yang aku cintai.

dan sekarang aku merasa terlalu sulit untuk menghubungimu, bahkan hanya untuk mendengar ritme suaramu itu hal yang mahal untuku.
aku merindukan kita, kita yang tertawa dalam jarak, kita yang berbicara melewati relung makhluk kecil bernama handphone itu.
aku merindukan semua sapamu dalam tulisan manis untukku, aku yang tersenyum geli membaca semua bbm dan sms yang kamu kirimkan.

tetapi aku tau, bahkan aku sangat sadar untuk ini, semua telah berbeda, semua kini tak lagi sama.
tak ada lagi kamu yang hangat, semua berganti dengan kamu yang membeku.
aku merindukan kamu, Zak.
merindukan semua dekapan hangat melalui suara dan tulisanmu

dan sekali lagi disinilah aku, masih menunggumu menjemputku dan membawaku kedalam dunia.
dunia yang selalu kamu ceritakan kepadaku.
yang terlalu luas untuk kamu nikmati sendiri.
aku merindukanmu dalam diam, wahai penyejuk hatiku, Zak :( 


Tidak ada komentar: